Minggu, 08 Juli 2012

Kawan, Menjadi Mahasiswa Itu...

Assalamu alaikum dan salam sejahtera semuanya.

Selamat ya. Kalian kini sudah menjadi mahasiswa diantara banyak sekali mereka yang tak lolos jadi mahasiswa. Saya kasih tahu, menjadi mahasiswa yang ber-IP tinggi, lulus cepat dan disayang dosen, itu mudah. Cukup turuti kata dosen, atau sesekali membantah biar kelihatan pantas dan hebat, lalu rajin kuliah, kerjakan tugas, patuhi kode etik, sopan santun, lupakan ajakan seriormu saat OPAK, dan jangan pernah ikut-ikutan acara yang aneh-aneh, apalagi demonstrasi, lebih apalagi yang anarkis. Dijamin: IP-mu bakal bisa yang tertinggi di dunia kampus dan lulus tercepat, dan namamu saat wisuda nanti akan harum sebagai mahasiswa teladan. Dengan begitu, kamu (katanya) bakal mudah ngelanjutin S2, juga mudah mencari kerja. Lalu ortumu bakalan bangga denganmu, begitu pula pacarmu. Mudah bukan?

Namun, kami punya pandangan lain. Menjadi mahasiswa, sesungguhnya, tak semudah yang diatas. Mahasiswa bukan lagi siswa, itu semua orang tahu. Kata seniormu dalam OPAK, bahwa mahasiswa adalah Agent of Change, Agent of Social Control, itu benar. Awal mula pergerakan yang nantinya menjadikan Indonesia merdeka itu yang merintis para mahasiswa, yup, tidak salah lagi, itu kenyataan sejarah. Tapi coba seniormu tanya balik, apakah mereka sudah melakukan hal itu? Atau, minimal apa yang sudah mereka lakukan selama ini yang sudah berani-beraninya neriakin kamu, mentang-mentang kamu masih Maba?

Kawan, menjadi mahasiswa berarti memasuki kehidupan baru, dengan tanggungjawab baru. Di kampus, kalian bakal menemui banyak hal yang sangat berharga, juga banyak yang sampah. Jangan mudah kaget, apalagi terhanyut oleh segala sesuatu yang kelihatannya “wah.” Tugas mahasiswa adalah mendidik diri dan sesama supaya benar-benar menjadi manusia—inilah sesungguhnya fungsi pendidikan. Sementara menjadi manusia itu mengemban dua tugas, sebagai abdillah, dan sebagai khalifatillah (nanti kita diskusikan soal ini lebih lanjut). Dan menurut Ibnu Khaldun, manusia tak bisa hidup sendiri, dia harus berbaur dengan masyarakat. Oleh karenanya, ada perintah Tuhan dalam Alquran supaya saling menasihati dalam menegakkan kebenaran, dan menasihati supaya menetapi kesabaran—jika kebenaran susah ditegakkan (QS. Al-Nashr). Atau kamu punya pendapat lain?

Kami bakal senang jika kalian kritis, lebih-lebih terhadap kami, yang masih juga seperti kalian, sama-sama mencari ilmu dan jatidiri, sama-sama mencari makna hidup. Maka, jika kalian tertarik, bergabunglah bersama kami di forum Lingkar Studi Pembebasan. Memang, di sana tidak banyak mendapat ilmu seperti dari dosen, sebab semuanya mahasiswa dengan kemampuan rata-rata, tapi disana kalian bisa mengasah gagasan kalian masing-masing, kalian bebas bereksplorasi ide-ide serta bagaimana membumikan ide-ide kalian itu. Dan kami menunggumu. Hai makhluk-makhluk mulia, jangan hinakan dirimu dengan membatasi ruang-gerak dan kebebasan berfikirmu.
Jadilah manusia merdeka dan Selamat bergabung dengan kami.


Ahmad Taufiq
Koordinator Lingkar Studi Pembebasan UIN Sukijo
CP: 087739012875

1 komentar:

rozaq armedian mengatakan...

wah mantap kak