Kelanjutan http://opik324.blogspot.com/2011/03/hujan-dan-tangisanku.html
Di
jalanan. Tak ada mendung. Tak ada gerimis. Tak ada lagi rinai hujan
yang mengguyur mukaku, membasuh airmata dan lukaku saat airmataku
terpaksa berlinang. Tetapi, itu hanya andai, kawan. Karena tak mungkin
aku menangis di tengah jalan di siang benderang ini. Yang aku lakukan
hanya menjerit dalam hati—hanya dalam hati. Dan itu yang membuatku
tambah sesak. Sang hujan, sahabatku waktu menumpahkan segala curahan
hatiku, kini harus hengkang karena kemarau sudah menggantikan posisinya.
Lagi-lagi tentang sedih—ah, rasa itu.
Aku
menumpahkan kesedihanku pada kata-kata yang kutulis. Suatu bentuk
kristalisasi—agar rasa sedih itu tak kan meleleh dan meluber ke
mana-mana. Ya, menulis kesedihan tak lain dari mengkristalkannya, dan
suatu saat nanti bisa kembali aku tengok kristal-kristal itu. Entah
untuk aku tangisi kembali, atau untuk aku tertawakan—aku belajar
menertawakan tragedi yang menimpaku sendiri.
Terkadang aku
menuliskan kesedihan itu dalam selembar kertas, kemudian kertas itu
kejadikan mainan, semacam “replika kapal terbang”. Lalu kulayangkan
kapal terbang itu dari ketinggian, hinga seolah kesedihanku ikut
melayang entah kemana. Terkadang juga kujadikan perahu. Dan kulabuhkan
perahu itu bersama kesedihanku. Mengalir, mengikuti air. Tapi, lagi-lagi
dua hal itu sebetulnya hanyalah pengandaian. Seperti dalam kisah fiksi
dalam cerpen.* Karena kenyataannya, aku tak pernah melakukan hal itu.
Aku terlalu sayang pada kristal-kristal kesedihanku untuk aku lenyapkan
begitu saja.
Aku ingin memahat prasasti. Dan itu berarti aksi
untuk keabadian.** Tapi entah nanti Kristal-kristal itu akan berbicara
padaku tentang keberadaannya dengan sebenarnya atau tidak, aku tidak
tahu. Aku hanya tahu, saat ini aku sedang menumpahkan kesedihanku….
Barito 14 Juli 2010
taufeq
*Baca cerpen Heru Kurniawan: Tiga Surat untuk Bunga, terbit di Batam Pos 13 Januari 2008
**Ingat petuah Pramoedya Ananta Toer?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar