Dua setengah tahun saya pelajari Islam Liberal. Dan saya katakan sekarang bahwa saya sudah tobat.
Islam Liberal adalah prototime Islam yang loyo yang ikut apa maunya zaman. Jika zaman megizinkan manusia untuk saling menindas, Islam Liberal mengamini. Itulah yang pertama-tama dapat saya simpulkan.
Saudara jangan sampai terlena dengan wacana-wacana yang lahir dari kawan2 aktivis Islam Liberal. Memang menggiurkan. Memang mereka cerdas-cerdas. Tapi cobalah kau telisik lebih dalam, apakah mereka pernah melakukan semacam aksi sosial membela kaum lemah? Apakah wacana-wacana yang ada di sana social oriented, punya spirit pembebasan atas exploitasion d l’homme par l’homme? Tidak saudara!
Mereka hanya sibuk dengan wacana-wacana yang muter-muter dari barat sampai timur, lalu kembali ke barat dan ngikut apa maunya Barat. Mereka hanya melegitimasi penindasan di muka bumi oleh neoliberalisme yang mereka dewakan. Dan Islam yang mereka ikuti, wacanakan dan ajarkan adalah Islam yang sudah kehilangan roh.
Cobalah kawan2 lihat mereka yang aktif di sana. Banyak sekali intelektual-intelektual jebolan Barat. Jebolan universitas-universitas yang hebat di dunia, sampai-sampai mereka lupa bahwa mereka lahir di bumi pertiwi ini.
Kau tahu apa yang mereka jadikan musuh utama: orang-orang yang mereka tuding sebagai pemberhala teks! Bukan setan, bukan penjajah, bukan penindas, bukan kaum borjuis-kapitalis-birokrat, bukan neolib. Bukan! Saya memang tak setuju dengan pemberhala teks, tapi apa yang mereka lakukan sungguh keblinger. Disoriented. Kadang saya gak habis pikir kenapa mereka bisa sekeblinger itu. Tapi, akhirnya wajar juga. Pendidikan mereka dibiayai Barat, dan secara tidak langsung mereka akan mengabdi ke Barat.
Duhai anak manusia yang mengaku muslim. Igatlah, tujuan ajaran Islam diturunkan adalah agar umat manusia terbebaskan dari penindasan, terbebaskan dari exploitasion de l’homme par l’homme et de nation par nation!
Saya tobat dari Islam yang ompong seperti itu!
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar