Selasa, 09 Agustus 2011
Lagi, tentang Perempuan
Eksistensi kaum hawa, di berbagai belahan dunia, masih tetap terpinggirkan di hingga sekarang. Perempuan seolah hadir di dunia ini hanya sebatas memenuhi kebutuhan laki-laki. Dan sialnya, itu semua dibenarkan dalam ajaran kebanyakan agama.
Saya kira, kebanyakan perempuan, dari nurani yang paling dalam, tidak akan terima jika kehadiran perempuan di dunia ini hanya sebatas pelengkap kebutuhan laki-laki. Akan tetapi, mereka tentu akan sangat takut jika penentangan mereka atas “kodrat”nya sebagai pelengkap itu dianggap menentang ajaran agama.
Agama, seperti banyak kita lihat hingga sekarang ini, adalah agama-agama yang diskriminatif terhadap kaum perempuan. Agama seolah lahir dari situasi patriarkis di dalam peradaban manusia.
Suatu contoh konkrit adalah Islam. Islam menggambarkan bahwa perempuan memang hadir hanya sebagai pelengkap. Ini tercermin dalam cerita-cerita tentang hadirnya hawa di dunia. Mulanya diterangkan bahwa Adam merasa kesepian di surga. Ia butuh teman. Ia butuh pemuas nafsu dari makhluk sejenisnya. Lalu diambillah bagian dari tubuh adam. Dan dijadikanlah bagian tubuh itu menjadi manusia yang berbeda dengan adam. Ia adalah perempuan. Perempuan lahir di dunia ini hanyalah secuil dari tubuh lelaki sendiri.
Jika memang dalam agama saja mengajarkan demikian, lalu jika seorang yang fanatik terhadap agama menganggap bahwa perempuan hanyalah sebagai pelengkap hidup lelaki belaka bukankah hal yang wajar?
Agama islam di bawa oleh seorang rasul mulia. Rasul itu seorang laki-laki, bukan perempuan. Tentu akan menjadi sebuah kewajaran jika agama itu sendiri akan memberikan hak “lebih” terhadap kaum laki-laki.
Apa kalian tidak curiga? Atau terlanjur ketakutan hanya untuk sekedar curiga? Takut dicap sesat misalnya?
Surabaya, 29-30 Mei 2010
A Taufeeq
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar