Selasa, 09 Agustus 2011
Ragukanlah kesetiaanku!
Bulan telah berlalu. Dan ingatanku atasmu ternyata bukanlah hal yang abadi. Ada orang lain yang menghapus jejakmu dari padang hatiku, untuk ia goreskan jejak baru. Aku membiarkan, dan buat apa menghindar? Aku tak mau mengharu-biru meluka-duka secara kontinyu. Aku ingin bahagia. Dan kuanggap, inilah jalan bahagiaku selanjutnya.
Tapi keadaan menjadi terbalik. Semuanya berubah seiring kedatanganmu. Kau cari jejakmu dalam lapang hatiku ternyata tak kau temu—jejak itu telah terhapus oleh angin dan debu, kataku (kata-kata palsu). Dan kau langsung percaya padaku hingga ...kau buat lagi jejakmu yang dulu sempat menghilang.
Aku menangis dalam hati, oleh kepercayaanmu atasku. Entahlah, aku tak tahu lagi, betapa malunya aku saat melihatmu kembali. Aku tak pantas untukmu. Pergilah. Ragukanlah kesetiaanku….
16 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar