Selasa, 09 Agustus 2011
Tak bolehkan aku terburu-buru mengejarmu
Tak bolehkan aku terburu-buru mengejarmu
sementara mentari senjamu sudah nyaris tenggelam
Tak bolehkah aku terburu-buru memetikmu
sementara kelopakmu mulai lunglai
ataukah engkau menunggu pekat malam yang kemudian disusul fajar baru
ataukah engkau menunggu bungamu mekar lagi esok hari
aku tak yakin
aku tak pernah yakin
Kubaca dari raut matamu yang menginginkan awan kuning menyapa senja
Kubaca dari kerut mukamu dengan jelas
Bahwa bungamu ingin dipetik segera sebelum layu
Meski sangat mungkin, ia bukan aku!
Sleman, 07 Oktober 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar