Jumat, 04 Maret 2011

Hikmah Basmalah 1


Di belahan dunia entah mana, pernah hidup seorang istri yang selalu mengucapkan basmalah waktu ia mau melakukan apapun. Sampai-sampai, pekerjaan dalam mimpinya pun tak luput dari ucapan basmalah. 

Suatu hari suaminya memberinya sekantong uang untuk disimpan. Maka, ia pun mengucapkan basmalah sambil menerima. Dan ditaruhlah uang itu ke dalam sebuah wadah yang mirip dengan gentong, juga dengan mengucap basmalah. 


Sebulan kemudian, tanpa sepengetahuannya, sang suami sengaja mengambil uang itu dari gentong dan membuangnya ke dalam sumur depan rumah. Ia sengaja ingin mencelakai istrinya. 


Maka dipanggillah sang istri. Dan dimintanya uang yang sebulan lalu ia kasihkan. Padahal uang sudah ia buang ke dalam sumur. Sungguh zalim. 


Sang istri pun datang. Dan mengatakan bahwa uangnya masih utuh di dalam gentong, padahal dirinya belum tahu kalau uang itu sudah di dalam sumur. 


Sang suami, dengan terkekeh-kekeh—dalam hati—meminta bukti. 


“Mana? Kasih ke aku lagi!” pintanya. 


Sang istri menuju ke arah gentong dengan suaminya mengiringi di belakang. Dengan mengucap “Bismilahirrahmanirrahim” tangannya ia masukkan ke dalam gentong. Sang suami tertawa lagi dalam hati. 


Tiba-tiba tawanya dalam hati itu berubah menjadi penyesalan, karena tiba-tiba di tangan istrinya tergenggam kantong yang berisi uang, persis dengan apa yang ia kasihkan dulu. 

Ia meminta maaf pada istri. Ia meminta maaf pada Allah. Ia taubat. 


(Disadur dari kitab “Hikayat al-‘Ajibah” terbitan Ponpes Hidayatut Tullab, Kediri; dengan berbagai perubahan.)



Opik

10 June 2010

Tidak ada komentar: