Aku teringat teman2ku di Barito 10 yang sudah pada wisuda. Mereka bahagia kayaknya. Setahuku yang diwisuda yaitu Mahrus, Masfi dan Arip. Lainnya aku belum tahu. Entah sekarang mereka kerja jadi apa atau mau ngapain buat masa depan. Yang jelas, jika mereka tidak punya jaringan dan softskill, dalam artian hanya mengandalkan ijazah Sarjana, aku yakin mereka akan kesulitan mencari kerja. Tapi kayaknya mereka sudah siap dengan semua itu.
Menurutku, dalam kuliah, academic oriented gak apa-apa. Asal memang harus sadar fungsi dan tanggung jawab. Bahwa kita bisa kuliah, ada yang mensubsidi kuliah kita, yang ujung-ujungnya merupakan dari pajak rakyat. Dari sini saja kita punya banyak hutang budi. Dan kita harus balas. Jika ada diantara kita yang berhubungngan dengan rakyat saja tidak mau—sangat eksklusif—maka kita memang tak pantas dianggap mahasiswa, apalagi sarjana. Dan ketiga temanku diatas apakah berfikir yang seperti itu atau tidak, aku tidak tahu--semoga saja iya. Tapi yang aku tahu, dulu mereka itu individualistik. Kecuali Mahrus yang menurutku lebih terbuka.
Tapi mudah-mudahan teman2 yang baru saja lulus itu tidak berbuat begitu. Sayangnya aku tidak tahu pola fikir mereka sekarang, soalnya kami sangat berjauhan dan jarang komunikasi. Ya, semoga aja Tuhan memberi pencerahan pada kawan2ku yang sudah lulus itu, diberi kemudahan dan kebahagiaan. Juga lebih2 pencerahan itu diberikan kepadaku sendiri yang GAGAL menyesuaikan diri dan minggat dari Surabaya sebagai pecundang. Selamat, kawan, lanjutkan perjuangan kalian!
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar