Tadi Sharing dengan Leli. Kami ngobrol ngalor-ngidul. Dari yang privat sampai yang public dan akademik. Dari yang sains sampai yang religi.
Pribadi: dia mau menikah awal tahun. Calonnya di Kuliah delapan tahunan di Jerman. Maka, dia ingin kursus b. Jerman. Persiapan buat hidup di sana. Aku jadi teringat impianku dengan pacarku. Kami juga punya mimpi untuk tinggal di Eropa. Aku sendiri penginnya Swiss atau Denmark—Kopenhagen. Atau juga Jazirah Skandinavia. Tapi dia penginnya di Jerman. Ya sudah, lihat saja nanti.
Dalam hal akademik, tadi kami bahas tentang Fisika, Biologi, Antropologi, Filsafat, Politik, dan yang paling banyak tentang agama. [...]
Dari sharing kami tadi, aku bisa menyimpulkan bahwa pengetahuanku bisa mengimbanginya. Kecuali dalam hal jurnalistik, tulis-menulis, birokrasi, dan politik praktis lainnya. Aku yakin itu. Dan aku yakin pula jika aku mau mengasah kepenulisanku, aku akan lebih darinya.
[...]
***
Aku baru kemarin ketemu dengan buku Catatan Hariannya Wahib—catatan gendeng itu tuh…. Ia memang benar-benar seorang perenung, pemikir, dan malah bisa kukatakan pendewa rasio. Mungkin dulu pemikirannya cukup menghebohkan, tapi setelah aku baca, aku sendiri rasanya kurang tertarik. Soalnya, mungkin sudah lama aku baca pemikiran-pemikiran liberal dalam Islam, sehingga hal yang seperti itu kuanggap sudah biasa.
Aku lebih tertarik catatan hariannya Soe Hok Gie. Selama ini bahkan ia selalu membayangiku. Apalagi saat aku naik gunung. Wiuh, ia benar-benar hadir rasanya.
***
Tadi Mulai daftar Twitter. Enak juga rasanya. Bisa dapet info cepet. Tahu gitu sudah sejak dulu deh.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar