Senin, 27 September 2010

Aku masih mengingatmu!

Namamu barangkali sudah pudar dari memoriku. Entahlah. Rupanya, setelah dulu aku sangat ketakutan karena tak bisa melupakanmu, kini rasanya menjadi lain. Mungkin aku sudah bosan, mungkin kau bertindak sesuatu agar aku bisa dengan mudah melupakanmu, atau mungkin juga fikiranku mulai menerima bahwa dunia memang tak selebar daun kelor. Aku tak begitu tahu. Yang aku tahu, ternyata aku bisa dengan rela menghapus namamu sedikit demi sedikit. Tak bisa langsung memang. Tapi bukankah hidup ini adalah sebuah proses, seperti perkenalanku denganmu?

Bagiku, kau memang memabukkan. Mata yang seharusnya mampu menangkap keindahan secara riil ini seolah menjadi rabun. Lebih dari itu, hati yang seharusnya mampu menangkap sekian hikmah dari elemen hidup ini tertutup olehmu. Di fikiranku yang ada hanya kau, kau, dan kau. Sempat aku berfikir, apakah aku menjadi gila? Ternyata kata orang-orang: tidak! Cinta memang membuat orang seolah menjadi gila. Dan kaulah orang yang pertamakali membuatku sedikit mengerti tentang arti mencintai.

Namun, tak sepenuhnya aku ingin menghapus namamu—karena memang tak bisa. Dan tulisan ini adalah satu dari sekian bukti bahwa kau masih terpatri dalam hatiku. Eksistensimu, bagiku masih ada meski tidak dominan seperti dulu. Kuharap kau mengerti. Kuharap kau memahami. Seperti halnya aku berusaha memahamimu, memahami jalanmu. Setiap orang punya sikap, punya jalan yang tak seorangpun berhak memaksakan. Meski akhirnya sikap dan pilihan itu akan berujung penyesalan.


Jakarta Selatan

taufeeq
Catatan ringkas yang terselip dalam memori masa SMA.

Tidak ada komentar: