Minggu, 27 Februari 2011

Klasifkasi Hadits Berdasarkan Kualitasnya

Pembagian Haditst Berdasakan Kualitas

Berdasarkan kualitas hadits dibagi menjadi tiga yaitu: hadits shohih, hasan dan dhoif. Untuk keterangan lebih lengkapnya akan dipeparkan sebagai berikut.


A. Hadits Sahih

Hadits sahih menurut bahasa berarti hadits yng bersih dari cacat, hadits yang benar berasal dari Rasulullah SAW. Menurut Ibnu shalah “Hadits shahih adalah hadits musnad yang sanadnya bersambung dengan diriwayatkan oleh orang yang adil, dhabith (kemampuan
intelektual) dari oran yang adil dan dhabith pula hingga akhir sanad dan tidak mengandung syadz dan illat.” Sedangkan menurut Iman al – nawawi “Yaitu hadits hadits yang bersambung sanadnyadengan diriwayatkan oleh orang – orang yang adil serta dhabith tanpa adanya syadz dan illat.”

Dari beberapa definisi diatas maka hadits shahih dapat di definisikan sebagai berikut:
“Hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang adil dan dhabith dari yan
semisal dari pertama hingga akhir tanpa syadz dan illat.”

Ciri –Ciri Hadits Shah

ih
  1. Besambung sanadnya, yakni setiap perawi menerima hadits tersebut secara langsung dari erawi terdekatnya, dari awal hingga akhir sanad.
  2. Para perawinya bersifat adil. Pengertian adil disini adalah orang muslim, baligh, berakal sehat, tidak fasiq, dan tidak rusak kepribadiannya.
  3. Para perawinya bersifat dhabit. Seorang perawi dikatakan dhabit apabila mamiliki daya ingatan dengan sempurna terhadap hadits yang diriwayatkannya.
  4. Tidak syadz (janggal). Syadz adalah hadits yang bertentangan dengan hadits lain yang lebih kuat atau tsiqqah.
  5. Tidak terdapat illat. Illat berarti cacat atau penyakit, keburukan dari kesalahan baca yang merusak keshahihan hadits tersebut.

Derajat Hadits Shahih
Hadits shahih mempunyai beberapa tingkatan menurut tinggi dan rendahnya keshahihan di dalam sanadnya. Secara berurutan derajat / tingkatan shahih adalah:
  1. Hadits yang disepakati oleh imam Bukhari dan Imam Muslim (muttafaq ‘alaih)
  2. Hadits yang hanya diriwayatkan oleh Imam Bukhari
  3. Hadits yang hanya diriwayatkan oleh imam muslim
  4. Hadits yang sesuai dengan syarat imam bukhari namun tidak diriwayatkan olehnya.
  5. Hadits yang sesuai dengan syarat imam muslim namun tidak diriwayatkan olehnya.
  6. Hadits yang diriwayatkan oleh imam ahli hadits namun tidak sesuai dengan syarat imam bukhari dan imam muslim

B. Hadits Hasan

Menurut bahasa hasan adalah sifat musyabbihat dari al-husn, yang berarti al – jamal (baik), sesuatu yan disenangi oleh nafsu. Menurut istilah terdapat beberapa definisi, diantaranya:
  1. Al khaththabi: “Hadits yang diketahui mekhrojnya dan para perawinya terkenal.”
  2. At tirmidzi: “Hadits yang diriwayatkan dari dua arah (jalur), dan para perawinya tidak ada yang tertuduh dusta, tidak mengandung syadz yan menyalahi hadits – hadits shahih.”
  3. Ibnu hajar: “Khabar ahad yang dinukilkan melalui perawi yang adil, sempurna ingatannya, bersambung sanadnya dengan tanpa berillat dan syadz disebut hadits shahih, namun bila kekuatan ingatannya kurang sempurna disebut hasan lidzatih.”
Dari semua definisi di atas maka hadits hasan adalah :
“Hadits yang bersambung sanadnya dengan riwayat orang yang adil dan kurang sempurna ke dhabitannya, demikian itu hingga akhir sanadnya tanpa adanya syadz dan illat.”

Ciri-ciri hadits hasan adalah:
  1. Para perawinya adil.
  2. Kedhabitan perawinya dibawah perawi hadits sahih.
  3. Sanadnya bersambung.
  4. Tidak mengandung kejanggalan pada matannya.
  5. Tidak ada cacat atau illat.

Tingkatan Hadits Hasan

Sebagaimana hadits shahih, hadits hasan juga mempunyai tinkatan – tingkatan sesuai dengan kualitas perawi dalam sanadnya. Tingkatan tertinggi hadits hasan adalah hadits yan diriwayatkan oleh bahz bin hakim dari ayahnya dari kakeknya, ‘amir bin syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, ibnu ishaq dari al – taymy. Setelah itu hadits – hadits yang masih diperselisihkan ‘ulama tentang keshahihan dan kehasanannya.


C. Hadits Dhaif

Hadits daif menurut bahasa berarti hadits yang lemah, yakni para ulama memiliki dugaan yang lemah (keci atau rendah) tentang benarnya hadits itu berasal dari Rasulullah SAW.
Para ulama memberi batasan bagi hadits daif : “Hadits daif adalah hadits yang tidak menghimpun sifat-sifat hadits sahih, dan juga tidak menghimpun sifat-sifat hadits hasan.”
Jadi hadits daif itu bukan saja tidak memenuhi syarat-syarat hadits sahih, melainkan juga tidak memenuhi syarat-syarat hadits hasan. Pada hadits daif itu terdapat hal-hal yang menyebabkan lebih besarnya dugaan untuk menetapkan hadits tersebut bukan berasal dari Rasulullah SAW.

Contoh hadits dhaif
“Barang siapa menghimpun untuk ummatku empat puluh hadits dari perkara agamanya, maka allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam golongan ahli figh dan ulama.”


Tingkatan Hadits Dhaif

Tingkatan hadits dhaif yan paling tinggi yaitu yang diriwayatkan dari sahabat yang mendengar langsung kemudian dari sahabat yang melihat tapi tidak dapat mendengarnya, kemudian dari sahabat dari 2 masa, kemudian hadits dari 2 orang pandai, kemudian seseorang yang tinggal dengan gurunya, kemudian dari orang yang mengutip dari setiap orang.


__________________________________________________________________________________
Rujukan


Endang Soetari AD, Ilmu Hadits, Bandung: Amal Bakti Press 1997
Mahmud Tohan dalam Taisir Mustalah Hadits
Muhammad ‘Ajaj al-Khatib, terj: Qodirun Nur dan Ahmad Musyafiq, Ushulul Hadits: Pokok-Pokok Ilmu Hadits, Jakarta: Gaya Media Pratama 1998
————-, Ushul al-Hadits: ‘Ulumuhu wa Musthalahuhu, Beirut: Dar al-‘Ilmu li al-Malayin 1977
————-, Al-Sunnah Qabl al-Tadwin, Beirut: Dar al-Fikr 1981
Nuruddin Itr ter: Mujiyo, Ulum Hadits, Bandung: Remaja Rosdakarya 1997
————, Manhaj fi Ulum al-Hadits, Damaskus: Dar al-Fikr 1998
Tengku Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadits, Semarang: Pustaka Rizki Putra 1999

http://qyonglee.multiply.com/journal/item/15
http://www.contohmakalah.co.cc/2009/07/pembagian-hadist-dari-segi-kuantitas.html#ixzz13PaDKups
Makalah, Skripsi, Karya Ilmiyah, Artikel, Bisnis Online
Under Creative Commons License: Attribution Share Alike

Tidak ada komentar: