Kau boleh bilang ini lebay. Tapi tak bisa kupungkiri, bahwa
kemarin aku merasakan gempa dua kali. Gempa bumi, dan gempa di hati saat
melihat senyummu. Ini susah kujelaskan. Mungkin aku terpukau dengan lesung
pipimu. Atau mungkin terlena dengan kehangatan yang kau pancarkan. Tapi tetap
saja rasanya bukan itu. Sebab mungkin
bukan karena senyummu belaka, tapi karena diriku sendiri yang merasa “ada
sesuatu” di dalam sini.
Entahlah. Baru kali ini kurasakan kembali setelah lama sekali
"rasa" itu kulupakan, kukubur. Dan kaulah yang membuat hasrat purba
itu muncul kembali dari liang kuburnya.
Aku tahu kau bukan perempuan sempurna. Kau mungkin juga
labil, rapuh. Kau tak secantik gadis dalam impianku. mungkin juga bukan tipeku.
Tapi saat melihatmu, dekat denganmu, rasanya mendadak aku bahagia, dan ingin
berbagi kebahagiaan ini padamu.
Mungkin aku kembali jatuh cinta. Dan kali ini aku tak bisa
memendam, cinta itu butuh kuungkapkan. Semoga tidak terburu. Tapi aku memang
tak peduli apakah kau (akan) berperasaan sama.
Terimakasih, telah membuat rasaku kembali ada. Terimakasih telah
membuatku kembali merasakan indahnya senja.
3 April 14
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar